
Sebentar lagi ramadhan 1436 H akan datang menyapa kita, sudahkah kita bersiap untuk menyambutnya, bulan ramadhan , bulan ampunan, bulan yang penuh berkah.
Berikut kami sajikan resume ceramah menyambut Ramadhan beberapa tahun yang lalu di Masjid Miftahul Jannah, KMT Sorong.
Resume Ceramah Menyambut Ramadhan
oleh : Drs. K.H. Bali Pranowo MBA
Ada 3 ( tiga ) hal pokok yang harus dipersiapkan / dilakukan untuk menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan.
1. At Takhalli; yakni mengosongkan diri dari semua
perbuatan maksiat. Hal ini sejogyanya dilakukan mulai dari sekarang ,
bulan Sya’ban. Menurut Nabi SAW ada 2 cara yang dapat dilakukan untuk
hal ini:
1.1. Berdoa menyambut Bulan Suci Ramadhan, biasanya dilakukan pada bulan
Sya’ban : Ya Allah sampaikankan usia hambaMu ini pada bulan Sya’ban dan
bulan Ramdhan, Allahumma bariklana fi Sya’ban wa baligna Ramadhan
birahmatika ya arhamarrahimin….
1.2. Silaturrahim, sebelum memasuki bulan Ramadhan sangat diajurkan
saling memaafkan antara suami dengan isteri dan anak2, dengan sesama
teman dan handai tolan.. Bagusnya suami minta maaf lebih dulu terhadap
isteri.
Kedatangan bulan Ramadhan yang penuh berkah ini hendaknya disambut
dengan muka yang jernih, hati yang senang dan gembira. Berikut petikan
sebagian khotbah Nabi SAW menyambut Ramadhan yg diriwayatkan Imam Ali
RA:
“Wahai manusia, sungguh telah datang kepada kalian bulan Allah yang membawa berkah, rahmat, dan maghfirah, bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama, malam-malam di bulan Ramadan adalah malam-malam yang paling utama, jam demi jamnya adalah jam yang paling utama. “Inilah bulan yang ketika engkau diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Pada bulan ini napasmu menjadi tasbih, tidurmu menjadi ibadah, amal-amalmu diterima, dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah, Rab-mu dengan hati yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan saum dan membaca kitab-Nya. Sungguh celakalah orang yang tidak mendapatkan ampunan Allah pada bulan yang agung ini.
2. At Tahalli; yakni mengisi bulan Ramadhan dengan
segala macam amaliyah kebaikan. Menyiapkan program untuk memanfaatkan
semaksimal mungkin bulan Suci Ramadhan yang penuh berkah ini. Ada 10
tips dalam mengisi bulan Ramadahan ini:
2.1. Niat, jangan lupa berniat sebelum berpuasa baik dilapalkan atau
dalam hati saja, yang penting disengaja dengan hati. Niat sebaiknya
dilakukan setiap malam, bisa ba’da Taraweh maupun sebelum makan sahur.
2.2. Sahur, diusahakan selalu makan sahur. Dari Anas bin Malik r.a. ia berkata:
“Telah bersabda Rasulullah SAW.,’Sahurlah kalian, maka sesungguhnya
dalam sahur itu ada berkahnya’”(HR Bukhari, Muslim dari Anas bin Malik
r.a.).
Dianjurkan untuk mengakhirkan makan sahur, jangan makan sahur setelah
taraweh karena takut ketiduran. Saat imsak masih boleh sahur sampai
waktu subuh masuk. Prof. Yusuf Qodarawi mengatakan bahwa salah satu hal
yang salah dalam tata cara berpuasa di Indonesia adalah adanya penetapan
waktu imsak, dimana setelah masuk imsak, tidak boleh makan dan minum
lagi. Padahal Nabi SAW pada waktu imsak (10 menit sebelum subuh) masih
asik makan sahur, beliau baru berhenti makan dan minum setelah terdengan
azan waktu subuh.
2.3. Ta’jilul Iftar, menyegerakan berbuka bila sudah masuk waktu magrib.
Berbuka puasa hendaknya dengan makanan yang halal dan baik. Tidak bisa
buka puasa dengan ngomong jorok. Nabi SAW berbuka puasa dengan seteguk
air sebelumnya membaca Bismillahirrahmanirrahiim kemudian makan satu s/d
3 biji korma., sesudah itu baru membaca doa berbuka puasa: Allahumma
laka sumtu wabika amanta waala rizqika aftartu birahmatika ya arhamar
rahiimin. Jadi bukan berdoa dulu baru berbuka puasa.
2.4. Sholat Taraweh, tidak perlu diributkan apakah mau sebelas atau 21
rakaat, yang penting dilakukan sesuai dengan yang dicontohkan Nabi SAW.
Shollu kama roaitumu ni usholli, Sholatlah engkau sebagaimana engkau
lihat aku Sholat. Sholat Nabi SAW bagus, bacaan ayatnya jelas, paki
tumakninah, tidak terburu/tergesa2.
2.5. Baca AlQuran, pada bulan Ramadhan segala amal ibadah dilipat
gandakan balasannya oleh Allah. Membaca Al Quran 1 huruf saja akan
mendapat 100 pahala kebaikan. Bisa dibayangkan jumlah pahalanya bila
dibaca satu ayat, satu surah, satu juz maupun tamat 30 juz. Bacalah
dimana ada kesempatan baik sendiri maupun bersama dirumah di masjid,
ditempat kerja atau usaha.
2.6. Istiqfar, banyak2lah membaca istiqfar Astagfirullahalaziim disetiap
waktu. Ada dua fadilah yang akan diperoleh oleh orang yang selalu
beristiqfar: yaitu diampuni dosanya2nya dan akan diberi oleh Allah rezki
yang tidak disangka2 sumbernya.
2.7. Infaq dan Sadaqah, banyak2lah berinfaq dan sadakah selama bulan
suci Ramadhan karena seperti disebutkan dimuka pahalanya berlipat ganda.
Tidak hanya dengan harta benda bisa juga dengan melakukan sesuatu untuk
kemaslahatan umum ataupun senyum pada saudara kita atau keluarga
dirumah sudah bernilai sedekah.
2.8. Berdoa, banyak2lah berdoa dibulan Ramadhan karena merupakan waktu
yang paling utama untuk berdoa dan minta ampun serta tobat atas segala
dosa dan kekhilafan. Juga karena Nabi SAW pernah Bersabda : Allah akan
mengijabah doa orang yang berpuasa sampai dia berbuka. Nabi SAW selama
Bulana Ramadhan selalu membaca doa : Ya.. Allah sesungguhnya Engkau Maha
Pemaaf, maka maafkankanlah daku. Disamping itu pada surat AlBaqarah
tentang perintah berpuasa terselip diantaranya perintah untuk berdoa.
Ayat puasa AlBaqarah183, 184, 185: ayat 186 perintah berdoa: ayat 187
tentang puasa kembali. Hal ini mengisyaratkan bahwa ada kaitan yang erat
antara ibadah puasa dengan doa. Jadi jangan tinggalkan berdoa.
2.9. I’tikaf di Masjid, Biasanya dilakukan pada 10 hari terakhir
Ramadhan, yakni berdiam diri, hanya mefokuskan diri untuk beramal,
berbuat kebajikan, mengkaji ilmu agama di Masjid, tidak pulang kerumah.
Orang perempuan juga boleh I’tikaf di Masjid tapi harus tempatnya
terpisah dengan laki2. Dalam I’tikaf ini terkandung maksud untuk
mengintai datangnya Lailatul Qodar, dimana pada saat itu amal kta akan
dibalas dengan balasan lebih baik dari seribu bulan atau lebih kurang 86
tahun. Sungguh luar biasa, umur kita belum tentu atau jarang sekali yg
bisa mencapai usia 86 tahun. Kunci untuk mendapatkan Lailatul Qodar
adalah kesolehan kita dan orang yang mendapat kannya bisa terlihat
setelah Ramadhan berlalu orangnya berubah jauh lebih baik dari
sebelumnya.
2.10.Umroh, Nabi SAW pernah bersabda bahwa: Barangsiapa yang
melaksanakan Umroh di bulan Ramadhan sama pahalanya dengan haji atau
melaksanakan haji bersamaku. Apalagi bila dibarengi dengan I’tikaf di
Masjidil Haram, sungguh2 luar biasa pahala dan ganjarannya.
3. At Tajalli, serius melaksanakan ibadah Shyiam dan
segala amaliahnya, menganggap Ramadhan kali ini sebagai Ramadhan
terakhir. Tahun depan belum tentu umur panjang bisa bertemu lagi, atau
masih ketemu tapi udah sakit2an. Selagi diberi kesempatan oleh Allah
maka pergunakanakanlah dengan sebaik2nya. Jangan sampai Ramadhan berlalu
begitu saja. Seperti Nabi SAW pernah bersabda: Sungguh banyak orang
yang puasa, akan tetapi mereka tidak mendapat apa2 melainkan lapar dan
dahaga saja. Ada 4 (empat) hal yang menghilangkan pahala ibadah puasa:
3.1. Berbohong, lain kata dengan perbuatan, mengada2, curang dan sejenisnya.
3.2. Gosip/Ghibah, membicarakan aib orang lain. Kalau bisa jangan nonton
infotainment selama bulan Ramadhan dan forever selamanya, karena isinya
berita kehidupan dan rumah tangga para selebriti yang merupakan aib
mereka.
3.3. Namimah, jangan mengadu domba orang seorang dengan orang lain atau antar kelompok maupun golongan.
3.4. Syahwat, berupaya sekuat tenaga mengendalikan hawa nafsu yang
pantang kerendahan. Jaga pandangan mata jangan sampai melihat aurat
orang lain, ser2an, wah2an. Lihat yang pertama rezki dari Allah,
Alhamdulillah, lihat yang kedua dosa, Nauzubillah.
Sejogyanya 4 hal yang menghilangkan pahala ibadah puasa diatas agar
tidak dilakuakan selama bulan Ramadahn maupun diluar bulan Ramadhan.
Wassalam,
Teriring salam hangat untuk teman temin semua, selamat menunaikan ibadah puasa
Ramadhan 1436 H, mohon maaf bila ada kesalahan baik sengaja maupun tidak
sengaja. Semoga kita mencapai derajat Taqwa. Laallakum tattaquun. Amien