Telah sama kita ketahui bahwa dewasa ini negara kita menghadapi
penurunan pertumbuhan perekonomian yang tercermin dari melemahnya nilai
tukar rupiah terhadap dollar, daya beli menurun dan kesulitan demi
kesulitan yang dihadapi para pengusaha pelaku ekonomi dan ancaman adanya
PHK bagi karyawan swasta dan bumn.
Entah kenapa saya jadi latah juga untuk ikut menulis tentang ekonmi
dan rupiah kita yang lagi lemes dan lesu darah. Menurut hemat saya sudah
seharusnya kita bangsa Indonesia dan seluruh elemen masyarakat segera
menyingsingkan lengan baju bekerja bersama dengan sungguh dan semaksimal
mungkin untuk menghadapi dan mengatasi hal ini agar kita bisa keluar
dan tetap eksis dimuka bumi ini.
Banyak hal yang dapat dilakukan oleh berbagai pihak. Tentunya yang jadi motornya
adalah pemerintah dengan serangkaian kebijakan moneter dan
perekonomiannnya dan didukung sepenuhnya oleh dunia usaha dan setiap
elemen masyarakat.
Menurut hemat saya beberapa hal yang harus dijaga dan dilakukan adalah:
- Menjaga stabilitas keamanan, dengan keadaan ekonomi yang susah disertai daya beli yang menurun maka setiap orang akan kesulitan untuk mendapatkan penghasilan, dan ini akan mendorong maraknya penipuan dan ragam modus kejahatan, baik yang langsung bersinggungan dengan masyarakat seperti pencurian, perampokan, penipuan dan investasi bodong. Ditambah lagi dengan kejahatan dan penipuan yang dilakukan oleh para pejabat , pelaku ekonomi dengan berbagai kecurangan dan praktek korupsi dan manipulasi. Untuk hal ini maka aparat penegak hukum seperti Polri, TNI dan KPK serta aparat penegak hukum lainnya harus bertindak tegas dan bersinergi untuk mengatasi hal ini dan menjamin rasa aman bagi masyarakat individu, pelaku ekonomi dan calon investor. Termasuk juga cyber crime penipuan online juga harus dapat dibasmi dan ditekan serendah mungkin. Sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman dirumah, dijalanan, ditempat ibadah, ditempat kerja dan berbelanja baik dipasar tradisional, mall dan online shop.
- Cintailah dan gunakan produk dalam negeri,
Dalam
hal ini pemerintah dapat mengeluarkan serangkaian kebijakan dengan
mendorong dan mewajibkan para pengusaha dan pelaku ekonomi untuk lebih
banyak mengunggunakn produk dan bahan baku lokal. Istilah kerennya
Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) semakin tinggi, misalnya kalau
dulu hanya sedikit kurang dari 50% , saat ini coba ditingkatkan jadi
diatas 50%. Tentunya hasil atau kwlitasnya sedikit menurun akan tetapi
dengan semangat untuk memakai produk lokal dalam negeri,hal ini dapat
dimaklumi oleh masyarkat luas tentunya. Inilah kesempatan emas bagi
produsen lokal untuk berbicara dan meningkatkan peranannya dengan
meningkatkan produksi dan kwalitas barangnya agar dapat mensubsitusi
barang atau komponen impor. Kurangilah berbagai produk impor dan cari serta dorong / munculkan alternatifnya didalam negeri. Perlu dicetuskan Gerakan Aku Suka Buatan Indonesia,
dan disosialisaikan diberbagi media cetak offline dan online serta
media sosial, blog, twitter, Youtube dan Facebook. Berbagai insentif
perpajakan dan perizinanyang harus dikeluarkan oleh pemerintah untuk
menggalakkan pemakaian produk dalam negeri dan mendorong pelaku
ekonomi/produsen lokal adalah, kemudahan perijinan, segala ijin untuk
berusaha harus disederhanakan dan dipermudah jangan dipersulit. Juga
kebijakan atau insentif perpajakan bagi produsen lokal. Tentunya ada
penurunan target pajak, tapi hal ini nantinya akan terbayarkan dengan
semakin dinamisnya perekonomian dalam negeri dan akhirnya juga akan toh
akan meningkatkan penerimaan pajak. - Menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, untuk menjaga stabilitas harga tentunya dengan menjaga tersedianya kebutuhan pokok yang cukup dipasar dan dengan harga yang dapat dijangkau oleh masyarakat. Selain operasi pasar, yang harus dilakukan pemerintah dalam hal ini adalah menjaga stabilatas komponen pemicu kenaikan harga kebutuhan pokok, yaitu BBM, Listrik dan Gas serta Air Bersih. Keempat komponen ini harus diusahakan dan diwajibkan tidak naik mulai dari sekarang dan minimal untuk dua tahun mendatang , sampai perekonomian kita Indonesia membaik. Kalau bisa pemerintah mengeluarkan janji dan statemennya untuk tidak menaikkan harga keempat komponen pokok ini, sehingga menjamin rasa aman dan kepastian bagi masyarakat luas dan pelaku ekonomi.
- Menjaga stabilitas dan ketahanan ekonomi dan monoter, dalam kondisi saat ini impor barang akan semakin mahal dan selektif tentunya. Hanya barang tertentu saja yang harus diimpor dan sedapat mungkin dicarikan subsitusinya didalam negeri. Yang harus digalakkan dan ditingkatkan adalah ekspor baik secara kwantitas dan kwalitas. Berbagai kebijakan dapat dilakukan dengan mempermudah produsedur dan perijinan untuk ekspor barang. Produk lokal kita, barang yang tadinya hanya dipasarkan secara lokal sekarang didorong agar dapat dengan mudah dipasarkan diluar negeri tanpa kesulitan berarti. Salah satunya adalah dengan insentif ekspor dan mendorong pengusaha untuk memanfaatkan Toko Online untuk media promosi dan marketing ke manca negara, tanpa batasan wilayah dan waktu online 24/7, on terus 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Bank Indonesia (apa kabar Mas Agus) dapat melakukan serangkaian kebijakan moneter bisa dalam bentuk kebijakan suku bunga, makro prudential dan lain sebagainya. Disamping itu menurut saya perlu dipertimbangkan hal berikut:
- Penggunaan kebijakan kurs fixed rate seperti yang pernah dijalakan di Malaysia beberapa tahun yang lalu dan ternyata Malayasia berhasil mengatasi dan keluar dari krisis ekonomi saat itu dengan kebijakan fixed rate ini.
- Kemungkinan penggunaan mata uang yang tahan terhadap krisis yaitu Dinar dan Dirham sebagaimana disarankan oleh teman2 dari HTI.
- Langkah kecil lainya untuk mensuport perkonomian adalah dengan mengeluarkan kebijakan agar Hari Sabtu BI tetap mengadakan kliring dan dengan sendirinya mewajibkan bank swasta dan asing untuk buka dihari Sabtu. Karena menurut pengamatan saya, hari Sabtu adalah hari libur beserta hari Minggu merupakan hari yang paling ramai volume perdagangannya di Glodok dan pusat perbelanjaan lainnya. Hari sabtu dan hari libur inilah masyarakat pergi berbelanja ke glodok dan mall serta pasar lainnya sehingga volume perdagangan pada hari Sabtu dan Minggu relatuf lebih banyak dibanding hari lainnya. Unutk itu perlu dukungan dari perbankan untuk kemudahan urusan lalu lintas uang dan transaksi . Para pengusaha dan masyarakat dapat menguangkan cek, transfer uang dan segala ururusan perbankan dengan aman dan nyaman. Tentunya bila dunia perbankan buka pada hari sabtu dan BI ada kliring dihari Sabtu hal ini sangat sangat membantu. Dengan kata lain memperlancar kegiatan perkonomian secara mikro dan makro.
- Para pakar ekonomi baik pelaku usaha dan akademisi harap bersatu padu, Semboyan dari Pak SBY bersama kita bisa menurut saya sangat tepat saat ini bagi para pelaku ekonomi dan akademisi harus proaktif untuk bersama sama memikirkan dan mengajukan ide bagaimana sebaiknya langkah langkah yang harus ditempuh agar perekonomian Indonesia dapat tumbuh dengan stabil dan dapat keluar dari krisis ekonomi sekarang ini, roda perkeonomian dalam negeri khususnya dapat lebih bergairah. Tentunya perlu ada kajian dan studi atau riset yang harus segera dilakukan secara simultan dan komprehensif untuk mengatasi dan mencari jalan keluar yang terbaik . Lembaga survey dan kajian ekonomi harus bergerak aktif unutk menyikapi hal ini dengan dimotori oleh Menko Perkonomian dan Menteri Riset dan Teknologi.
- Mendorong dan mempermudah Sektor Penyumbang Devisa, menurut hemat saya sektor poko penyumbang devisa adalah sektor pertambangan khususnya Migas dan Pariwisata. Untuk sektor Migas harus segera dikeluarkan insentif untuk mendorong produksi lebih meninggkat dan kemudahan dalam ekplorasi. kalu tidak salah untuk bisa melakukan ekplorasi haru dengan lebih dari 13 macam ijin harus dipenuhi dan untuk mengurus semua ini harus makan tenaga, uang dan waktu hampir 6 bulan lebih baru selesai dan spud in dapat dilalukan. Untuk itu perlu segera dilakukan regulasi dan pembenahan agar perusahan perminyakan , kontraktor Migas kalu perlu tidak perlu dispusingkan dengan segala macam ijin ini itu merak hanya fokus untuk cari dan temukan minyak hingga produksi bisa naik dan devisa bertambah. Saya jamin teman2 yang bekerja dibidang Migas akan sangat senang bila semua masalah perijinan yang dikeluarkan oleh pemerintah dapat diurus oleh satu badan atau dinas tertentu saja misalnya Dinas dalam negeri, sebingga kontraktor migas tidak perlu repot dan tetap fokus dalam bekerja untuk menemukan minyak dan gas yang sebanyak banyaknya untuk bisa menghasilkan devisa dan menyejahterakan bangsa Indonesia. Dengan nilai tukar rupiah yang melemah maka sektor pariwaisata luar negeri jadi tidak menarik, maka ini saatnya bagi pelaku wisata domestik untuk berbenah diri dan unjuk gigi bahwa tujuan wisata dalam negeri juga tidak kalah menarik dan menjanjikan. Saya sangat mendukung rencana teman2 dari Tiens yang akan mengadakan acara Anniversary ke 21 mereka di Bali, Indonesia. Ayo, siapa menyusul.
- Jangan lupa Tuhan dan Selalu Berdoa. Dalam setiap
gerak langkah dan upaya tentunya kita harus selalu ingat dan percaya
bahwa ada campur tangan Tuhan. Oleh karena itu kita harus banyak berdoa,
mohon ampun atas dosa2 kita, mohon rahmat dan karunia dari Alalh Yang
maha Esa agar semua kesulitan yang kita hadapi saat ini dapat kita lalui
dan diberikan jalan keluar yang terbaik agar bangsa kita Indonesia
dapat bangkit dan perkeonomian segera membaik rakyatpun jadi makmur dan
sejahtera. Kita tentu ingat janji Allah dalam surat Al ‘Araf 96, “Kalau saja penduduk negeri itu (Indonesia) beriman dan bertakwa, pasti Kami bukakan untuk mereka keberkahan dari langit dan bumi.



Demikian kiranya harapan dan ide dari saya, mudah mudahan dapat
menjadi bahan pertimbangan dan pemikiran untuk Indonesia yang lebih
baik, dinamis dan sejahtera. Salam.